Kabut Asap di Kalimantan Selatan: Kenali Risikonya dan Cara Melindungi Kesehatan

Kalimantan Selatan kembali menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah. Kabut asap yang muncul bukan hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Pada akhir Agustus 2026, kondisi karhutla di Kalimantan Selatan masih perlu diwaspadai. BMKG melaporkan adanya ribuan? 1.079 titik panas yang terdeteksi di wilayah Kalsel pada salah satu pemantauan terbaru, dengan sebagian besar wilayah berada dalam kategori sangat mudah terbakar.

Kabut asap juga dilaporkan semakin terasa di sejumlah wilayah seperti Banjarbaru.

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara mengurangi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara memburuk.

Apa yang Membuat Kabut Asap Berbahaya?

Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengandung berbagai polutan dan partikel berukuran sangat kecil, termasuk PM2.5. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup.

Paparan asap dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti:

Batuk dan tenggorokan terasa kering
Hidung berair atau tersumbat
Mata merah dan terasa perih
Sesak atau napas terasa berat
Sakit kepala
Mudah lelah
Memperburuk gejala asma atau penyakit pernapasan lainnya

Risiko dapat lebih besar pada bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis tertentu. Kementerian Kesehatan juga saat ini memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan akibat dampak karhutla.

  1. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas

Sebelum keluar rumah, perhatikan informasi kualitas udara dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Anda.

Jika kualitas udara memburuk, pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang berat.

BMKG juga merekomendasikan masyarakat memantau ISPU agar aktivitas dapat disesuaikan dengan kondisi udara.

  1. Gunakan masker yang sesuai

Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat udara berasap, gunakan masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang baik.

Masker N95 atau KF94 dapat menjadi pilihan ketika kualitas udara sedang buruk karena dirancang untuk menyaring partikel halus di udara.

Pastikan masker terpasang rapat menutupi hidung dan mulut. Masker yang longgar akan mengurangi perlindungan terhadap partikel yang masuk melalui celah.

  1. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Ketika asap sedang pekat, sebaiknya kurangi aktivitas outdoor seperti olahraga, bersepeda, atau pekerjaan yang tidak terlalu diperlukan di luar rumah.

BMKG Kalsel menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu asap dapat lebih terkonsentrasi di lapisan udara dekat permukaan, sehingga kabut asap dapat terlihat lebih pekat terutama pada pagi hari. Kondisi ini umumnya mulai berubah ketika pemanasan matahari membuat atmosfer lebih tercampur.

  1. Jaga kualitas udara di dalam rumah

Berada di dalam rumah tidak selalu berarti bebas dari paparan asap.

Jika memungkinkan:

Tutup pintu dan jendela ketika asap sedang pekat.
Hindari menambah polusi di dalam rumah, misalnya dengan membakar sampah atau merokok.
Gunakan air purifier dengan filter yang sesuai jika tersedia.
Bersihkan rumah secara rutin agar debu dan partikel tidak menumpuk.

Jika menggunakan pendingin ruangan, pastikan sirkulasi dan filter dirawat dengan baik.

  1. Perbanyak minum dan jaga kondisi tubuh

Paparan asap dapat membuat tenggorokan dan saluran pernapasan terasa tidak nyaman.

Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan tetap konsumsi makanan bergizi untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama periode kabut asap.

Namun, penting dipahami bahwa minum air atau mengonsumsi vitamin tidak dapat menggantikan upaya utama untuk mengurangi paparan asap. Perlindungan terbaik tetap dengan mengurangi paparan terhadap udara tercemar.

  1. Lindungi bayi, anak-anak, dan lansia

Kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Hindari membawa bayi dan anak-anak bermain di luar rumah ketika kabut asap sedang pekat. Aktivitas olahraga di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi.

Perhatikan pula munculnya gejala seperti:

Batuk terus-menerus
Napas cepat atau sulit bernapas
Mengi
Demam
Anak tampak lemas atau tidak aktif seperti biasanya

Jika muncul keluhan yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

  1. Jangan abaikan gejala gangguan pernapasan

Jika setelah terpapar kabut asap muncul keluhan yang semakin berat, jangan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan medis.

Segera periksakan diri apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, sulit bernapas, penurunan kesadaran, atau gejala lain yang berat.

Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat untuk segera menuju fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Apakah Masker Medis Cukup?

Masker medis dapat memberikan perlindungan tertentu, tetapi untuk partikel halus akibat polusi udara, respirator seperti N95 atau KF94 memberikan filtrasi yang lebih baik apabila digunakan dengan benar.

Yang paling penting bukan hanya jenis masker, tetapi juga cara pemakaiannya.

Masker harus menutup hidung dan mulut serta meminimalkan celah di sekitar wajah.

Kapan Sebaiknya Menghindari Aktivitas di Luar Rumah?

Tidak perlu menunggu sampai asap terlihat sangat tebal untuk mulai berhati-hati.

Perhatikan informasi kualitas udara di daerah Anda. Ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat atau lebih buruk, aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi, khususnya bagi kelompok rentan.

Jika Anda harus keluar rumah, gunakan perlindungan yang sesuai dan hindari aktivitas fisik berat.

Jangan Panik, tetapi Tetap Waspada

Kabut asap memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi langkah perlindungan sederhana dapat membantu mengurangi paparan.

Pantau kualitas udara, kurangi aktivitas outdoor, gunakan masker yang tepat, jaga kualitas udara di dalam rumah, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala berat.

Kondisi karhutla di Kalimantan Selatan masih membutuhkan kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau ikut mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga selama musim kabut asap.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, mata sangat iritasi, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar kabut asap, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.