Saat bulan puasa, kita menahan makan dan minum selama belasan jam. Perubahan pola makan dan berkurangnya produksi air liur sering membuat mulut terasa kering, bau napas meningkat, bahkan sariawan mudah muncul. Padahal, kesehatan mulut sangat berpengaruh pada kenyamanan ibadah, kepercayaan diri, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kabar baiknya: dengan kebiasaan yang tepat, mulut tetap bersih dan napas segar sepanjang hari puasa.

1. Sikat Gigi di Waktu yang Tepat
Banyak orang hanya sikat gigi saat sahur saja — padahal itu belum cukup. Waktu terbaik:
- Setelah sahur
- Setelah berbuka puasa
- Sebelum tidur malam
Kenapa penting?
Sisa makanan saat sahur bisa difermentasi bakteri selama 12+ jam → menghasilkan gas sulfur penyebab bau mulut.
Gunakan pasta gigi berfluoride dan sikat minimal 2 menit. Jangan lupa bagian lidah karena 60–70% bakteri bau mulut berasal dari sana.
2. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss)
Sikat gigi tidak bisa menjangkau sela gigi dengan sempurna. Saat puasa, makanan yang tersisa di sela gigi akan “terperangkap” lama dan menjadi sumber bau.
Gunakan floss:
- Malam hari sebelum tidur (paling penting)
- Setelah berbuka (jika sempat)
Ini salah satu cara paling efektif menghilangkan bau mulut saat puasa.
3. Kumur Tanpa Membatalkan Puasa
Berkumur tidak membatalkan puasa selama tidak tertelan.
Yang dianjurkan:
- Mouthwash non-alkohol
- Air garam hangat (baik untuk gusi)
- Kumur setelah sahur & sebelum imsak
Mengurangi bakteri anaerob penyebab bau napas.
4. Perbanyak Minum Air Saat Malam
Mulut kering = bakteri lebih aktif.
Targetkan:
6–8 gelas air dari berbuka sampai sahur
Tips:
- 2 gelas saat berbuka
- 2 gelas setelah makan malam
- 2–3 gelas sebelum tidur & sahur
Hindari minuman terlalu manis karena mempercepat pertumbuhan bakteri.
5. Pilih Makanan Sahur yang “Ramah Mulut”
Beberapa makanan justru memperparah bau mulut saat puasa:
Kurangi:
- Gorengan berlemak
- Makanan tinggi gula
- Kopi berlebihan
- Petai & jengkol 😄
Disarankan:
- Buah berserat (apel, pir)
- Sayur hijau
- Yogurt
- Keju (menetralisir asam)
- Air putih
Serat membantu “membersihkan” gigi secara alami.
6. Atasi Bau Mulut Saat Puasa
Jika siang hari terasa kurang segar:
- Bersihkan lidah
- Sikat gigi tanpa pasta (boleh saat puasa)
- Kumur air
- Banyak istighfar / bicara seperlunya (mulut tidak kering 😄)
Hindari permen manis justru mempercepat bau muncul.
7. Tetap Kontrol ke Dokter Gigi
Puasa bukan alasan menunda perawatan gigi. Justru:
- Karang gigi
- Gigi berlubang
- Radang gusi
adalah penyebab utama bau mulut saat puasa.
Scaling gigi tidak membatalkan puasa selama tidak menelan air.
Kesimpulan
Puasa tidak harus identik dengan bau mulut. Dengan menjaga kebersihan gigi, pola minum yang baik, dan pilihan makanan tepat, napas tetap segar sepanjang hari.
Mulut sehat → ibadah lebih nyaman → percaya diri tetap terjaga ✨


Leave a Reply