Tips Berpuasa untuk Penderita GERD Agar Asam Lambung Tidak Naik
Bulan Ramadan adalah momen yang penuh keberkahan. Namun bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), puasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Keluhan seperti perih di dada, mual, kembung, hingga sensasi panas di tenggorokan sering muncul jika pola makan tidak terkontrol.

Kabar baiknya, puasa untuk penderita GERD tetap bisa dilakukan dengan aman selama menerapkan pola makan dan gaya hidup yang tepat.

Berikut adalah tips berpuasa untuk penderita GERD agar tetap nyaman selama Ramadan.
1️⃣ Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah kunci utama mencegah asam lambung naik saat puasa. Lambung yang kosong terlalu lama berisiko meningkatkan produksi asam.
Makanan untuk GERD saat sahur yang dianjurkan:
- Karbohidrat kompleks (oatmeal, nasi merah, roti gandum)
- Protein rendah lemak (telur rebus, ayam tanpa kulit, tahu, tempe)
- Sayuran tidak asam
- Air putih yang cukup
❌ Hindari: makanan pedas, santan berlebihan, gorengan, dan kopi.
2️⃣ Berbuka Puasa Secara Bertahap
Salah satu kesalahan umum adalah langsung makan dalam porsi besar. Untuk penderita GERD, ini bisa memicu refluks.
Cara berbuka puasa untuk asam lambung:
- Awali dengan air putih dan 1–3 butir kurma
- Konsumsi makanan ringan seperti sup hangat
- Beri jeda 15–30 menit sebelum makan utama
Cara ini membantu lambung beradaptasi secara perlahan.

3️⃣ Hindari Makanan Pemicu GERD Saat Puasa
Pantangan GERD saat puasa sebaiknya benar-benar diperhatikan.
Beberapa makanan yang sering memicu asam lambung naik:
- Makanan pedas
- Makanan asam (jeruk, tomat berlebihan, cuka)
- Cokelat
- Minuman bersoda
- Kopi
- Makanan tinggi lemak
Setiap orang bisa memiliki pemicu berbeda, jadi kenali kondisi tubuh Anda.
4️⃣ Atur Porsi Makan Jangan Berlebihan
Makan terlalu kenyang meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu refluks. Sebaiknya:
- Gunakan piring kecil
- Makan perlahan
- Hentikan sebelum terlalu kenyang
5️⃣ Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Tunggu minimal 2–3 jam sebelum tidur setelah makan malam atau sahur. Posisi berbaring memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Jika perlu, gunakan bantal yang sedikit lebih tinggi untuk membantu mencegah refluks.
6️⃣ Perbanyak Air Putih, Kurangi Minuman Berkafein
Air putih membantu menetralkan asam lambung. Hindari konsumsi kopi berlebihan saat sahur atau setelah berbuka karena dapat merangsang produksi asam.
7️⃣ Kelola Stres Selama Ramadan
Stres dapat memperburuk gejala GERD. Manfaatkan bulan Ramadan untuk memperbanyak ibadah, istirahat cukup, dan mengatur aktivitas agar tidak terlalu lelah.
8️⃣ Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter
Jika Anda rutin mengonsumsi obat lambung, konsultasikan dengan dokter mengenai penyesuaian jadwal selama puasa. Jangan menghentikan obat tanpa arahan medis.
Kapan Penderita GERD Sebaiknya Tidak Berpuasa?
Jika mengalami:
- Nyeri dada hebat
- Muntah berulang
- Sulit menelan
- Berat badan turun drastis
Segera konsultasikan ke tenaga medis sebelum memutuskan untuk tetap berpuasa.
✨ Kesimpulan
Tips berpuasa untuk penderita GERD berfokus pada pengaturan pola makan, pemilihan makanan yang tepat, serta manajemen stres. Dengan persiapan yang baik, puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman tanpa asam lambung naik.

Semoga Ramadan Anda sehat, lancar, dan penuh keberkahan 🌙
Jika mengalami keluhan lambung selama puasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terpercaya agar mendapatkan penanganan yang tepat.


Leave a Reply